Dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Desember 2025, Tito menyebut total rumah yang terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera mencapai sekitar 213 ribu unit.
“Total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000,” ujar Tito.
Dari jumlah tersebut, kerusakan terparah terjadi di Provinsi Aceh. Tito mengungkapkan, berdasarkan laporan terkini, 61.795 rumah di Aceh mengalami kerusakan berat akibat bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami melaporkan bahwa per hari ini khusus Aceh saja, rumah yang rusak berat tercatat 61.795 rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tito memaparkan bahwa tidak seluruh warga yang rumahnya rusak berat mengajukan permohonan untuk menempati hunian sementara (Huntara).
Dari total rumah rusak berat tersebut, hanya sebagian yang meminta difasilitasi tempat tinggal sementara oleh pemerintah.
“Dari 61.795 rumah tersebut, yang meminta hunian sementara, Bapak, itu tercatat ada 23.432 rumah,” ungkap Tito.
Ia menambahkan, sebagian warga terdampak memilih untuk tinggal sementara bersama keluarga atau kerabat terdekat. Pilihan tersebut juga telah dicatat dalam laporan resmi pemerintah.
“Jadi kami laporkan bahwa tidak semua yang masyarakat terdampak itu mau tinggal di Huntara, Bapak. Ada juga yang memilih mereka tinggal dengan keluarganya, tercatat di kami ada 11.414 orang,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: