Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,3 persen ke level 635, sementara Euro STOXX 50 menguat 0,8 persen ke rekor tertinggi 6.236.
Sentimen positif juga mendorong indeks DAX Jerman melonjak 1,05 persen atau 258,71 poin menjadi 24.894,01, level tertinggi dalam hampir dua pekan. Di Prancis, CAC 40 naik 0,4 persen dan ditutup pada 8.384.
Optimisme pasar dipicu oleh kabar bahwa AS dan Iran telah mencapai terobosan menuju kesepakatan damai yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian permusuhan. Prospek normalisasi arus ekspor energi menekan harga minyak dan menurunkan imbal hasil obligasi, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi serta mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral.
Sektor keuangan menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar. Saham bank-bank besar seperti Santander, Deutsche Bank, BBVA, BNP Paribas, AXA, dan Société Générale mencatat kenaikan kuat seiring membaiknya prospek aktivitas kredit dan biaya pendanaan yang lebih rendah.
Saham industri juga mendapat dukungan dari prospek penurunan biaya energi dan meningkatnya permintaan. Airbus, Safran, dan Siemens membukukan kenaikan yang solid sepanjang sesi perdagangan.
Meski demikian, tidak semua bursa bergerak searah. Indeks FTSE 100 Inggris justru melemah 0,3 persen karena tekanan dari saham-saham energi seperti Shell dan BP yang tertekan oleh turunnya harga minyak. Namun, pelemahan tersebut sebagian diimbangi oleh penguatan saham pertambangan yang mendapat dorongan dari kenaikan harga emas dan tembaga.
Secara keseluruhan, pasar Eropa menyambut positif meredanya risiko geopolitik global, dengan investor berharap stabilitas pasokan energi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi tetap terkendali pada paruh kedua tahun ini.
BERITA TERKAIT: