Hal ini disampaikan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Ferry Juliantono, saat menjadi Keynote Speech pada acara Rakernas Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo), di Jakarta, Kamis 27 Februari 2025.
"Kami ingin koperasi sebagai badan usaha bisa masuk ke sektor-sektor usaha dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, hingga hilirisasi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto," kata Ferry.
Ferry juga mendorong Peraturan Menteri ESDM yang baru bisa mengatur koperasi terlibat di pengelolaan sektor minyak dan gas (migas). Langkah ini merupakan keinginan pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi.
"Ini harus dilakukan secara inklusif berkelanjutan, dan koperasi rasanya pas untuk ikut andil dalam perjuangan mewujudkan swasembada energi," papar Ferry.
Wamenkop menambahkan, sudah ada koperasi yang mampu dan sukses mengelola sumur minyak bekas Pertamina di Muara Enim, Sumsel. Saat ini, koperasi di sektor pertambangan dan penggalian berjumlah 500-an unit.
"Diharapkan, dengan pemberian hak kelola tambang ini, akan tumbuh koperasi-koperasi lainnya. Karena, ada belasan ribu sumur-sumur minyak seperti itu yang bisa dikelola koperasi," papar Ferry.
Selain itu, di atas lahan yang bersifat sertifikat komunal, dia berharap bisa dijadikan sebagai basis ataupun di daerah-daerah di mana koperasi ikut memproduksi bahan-bahan baku yang bisa disuplai ke PLN dalam bentuk biomassa.
"Target 2025, PLN akan menggunakan energinya 10 persen berasal dari biomassa," tandas Ferry Juliantono.
BERITA TERKAIT: