Menurut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, ekonomi syariah harus dibangun sebagai ekosistem utuh yang mampu menjangkau sektor produksi, perdagangan, industri halal, UMKM, koperasi, hingga perlindungan sosial masyarakat.
“Ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada sektor keuangan, tetapi harus hadir dalam bentuk ekosistem yang utuh yang menyentuh sektor produksi, perdagangan, industri halal, UMKM, dan koperasi hingga perlindungan sosial ekonomi masyarakat,” kata Ferry dalam Sharia Economic Leadership Forum (SELF) 2026 di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026.
Ferry juga menekankan pentingnya keberpihakan terhadap sektor riil. Menurutnya, penguatan ekonomi syariah harus diarahkan untuk membangun usaha-usaha produktif masyarakat, termasuk memperkuat koperasi di pesantren dan masjid.
“Kita ingin dorong ekonomi tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan, tapi masuk ke sektor nyata atau sektor riil,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi syariah juga perlu diarahkan untuk melahirkan lebih banyak pengusaha muslim di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi umat.
Dalam kesempatan itu, Ferry menyebut Masyarakat Ekonomi Syariah harus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas dalam satu gerakan bersama.
Menurutnya, organisasi ekonomi syariah tidak boleh berhenti sebagai forum gagasan semata, melainkan harus masuk ke tahap operasionalisasi program yang benar-benar dirasakan masyarakat.
BERITA TERKAIT: