Salah satu yang perlu diperkuat adalah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). Pos kementerian ini wajib menempatkan sosok yang paham memaksimalkan peran koperasi guna meningkatkan perekonomian nasional.
“Penguatan koperasi harus diisi orang yang paham koperasi dan apa yang harus diperjuangkan, karena penguatan badan usaha koperasi saat ini butuh perjuangan besar," kata Pakar Ekonomi UMKM dan Koperasi, Syahnan Phalipi, Kamis, 10 Oktober 2024.
Ia memandang, kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional masih rendah. Hal ini terlihat dengan proporsi volume usaha koperasi terhadap PDB Nasional hanya sekitar 1,07 persen.
Sementara Kementerian Koperasi dan UKM memiliki peran strategis untuk memberikan kontribusi Indonesia terlepas dari jebakan
middle income trap atau pendapatan kelas menengah yang sulit menjadi negara berpendapatan atas.
“Indonesia harus bisa tumbuh 7 sampai 8 persen untuk menuju Indonesia Emas 2045. Ini kuncinya di sektor UMKM dan koperasi tidak sekadar hanya industrial saja," jelasnya.
Syahnan berujar, Prabowo-Gibran punya tugas berat untuk mengangkat derajat Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi di atas 10 ribu Dolar AS per kapita menjadi negara maju.
“Untuk ke arah ini, dibutuhkan percepatan pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2 persen dari sekarang hanya sekitar 5 persen," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: