Pasalnya, hingga saat ini Istana belum mengagendakan pertemuan dengan partai koalisi pendukung pemerintah.
"Karena sampai hari ini parpol-parpol koalisi belum diajak
ngomong terkait dengan isu reshuffle ini," kata Wasekjen PKB Syaiful Huda kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (29/12).
Biasanya, kata Huda, sebelum reshuffle kabinet dilakukan, para petinggi parpol koalisi diajak berbicara langsung oleh Presiden Jokowi. Namun, hingga kini belum ada ajakan tersebut.
"Bisa dipanggil partai masing-masing atau bertemu bersama, sampai saat ini belum ada," kata Ketua Komisi X DPR RI ini.
Namun begitu, Huda menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi mengenai wacana reshuffle Kabinet Indonesia Maju di akhir-akhir masa jabatannya.
"Misalnya Pak Presiden tinggal 2 tahunan, misalnya tinggal tiga bulan beliau mau mereshuffle itu sah sah saja. Apalagi sekarang masih dua tahun. Artinya urgensinya itu semua tergantung presiden,†demikian Huda.
BERITA TERKAIT: