Anggota Komisi II DPR RI, Aminurokhman mengatakan, pihaknya setuju dengan wacana tersebut. Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir terkait pelaksanaan kampanye di kampus karena civitas akademika sulit diintervensi.
“Jadi kalau Ketua KPU mengizinkan tentu saya sangat mendukung. Karena bagaimana pun juga kampus itu bagian dari generasi bangsa yang memiliki kapasitas untuk berpikir tentang demokrasi,†kata Aminurokhman dalam keterangannya Sabtu (23/7).
Legislator Partai Nasdem ini menegaskan, selain sulit diintervensi kampus juga akan sulit untuk dipolitisasi dengan kegiatan kampanye. Pasalnya, pilihan politik bagi civitas akademika itu didasarkan pada aspek rasionalitas dan idealisme.
Sehingga, visi misi dan program para peserta pemilu termasuk bakal capres dan cawapres menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan itu sendiri.
"Mereka tidak mudah diintervensi karena mereka memiliki idealisme. Mereka akan menentukan pilihan politik itu berdasarkan rasionalitas, idealisme mereka,†katanya.
Lebih lanjut, dia menilai, bahwa kampanye di kampus merupakan salah bentuk edukasi politik kepada para mahasiswa. Sebab, mahasiswa harus melek terhadap politik dan bangsanya sendiri ke depan.
“Ketika mahasiswa tidak mengenal visi misi politik tentu akan menimbulkan sikap apatis dan acuh terhadap dunia politik. Tentu ini akan sangat mengkhawatirkan karena bangsa ini ke depan akan diisi oleh mereka,†pungkasnya.
BERITA TERKAIT: