Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini menilai RUU tersebut penting untuk meredam angka kekerasan seksual yang dinilai sudah kronis.
“Kita menginginkan harmonisasi antara draft RUU TPKS dan DIM dari pemerintah bisa berjalan cepat dengan menekankan kembali poin-poin substansi terkait pencegahan, pelindungan, pidana, dan recovery," jelasnya kepada wartawan, Minggu (20/2).
Politisi asal Bengkulu tersebut juga berpendapat, pembahasan RUU TPKS dapat dilakukan saat reses jika memungkinkan, selama tidak menabrak aturan yang berlaku.
Dalam kondisi merebaknya omicron ini dia berharap anggota dewan diberikan kesehatan untuk membahas RUU TPKS.
“Tinggal kita tunggu
political will dari pimpinan DPR terkait masa pembahasan RUU TPKS ini,â€katanya.
Di tengah darurat kekerasan seksual ini, Amel berharap pembahasan tingkat I dan II berjalan lancar tanpa ada drama seperti saat pengesahan RUU TPKS sebagai usulan DPR. Semua harus pada satu tujuan, yakni agar Indonesia menjadi Negara yang aman dari kekerasan seksual
“Dinamika pasti ada, namun kita berharap pembahasan RUU TPKS antara DPR dan Pemerintah dapat mengurucut pada hal-hal yang paling substansi dan segera bermufakat untuk kebaikan bersama,†demikian Amel.