“Publik jadi banyak bertanya dan berasumsi. Artinya nama paket yang beredar itu namanya sudah ada, bahkan sudah beredar sebelum
fit and proper test dilakukan. Sehingga ada anggapan hanya formalitas saja," kata Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (17/2).
Namun begitu, wanita yang akrab disapaNisa itu mengatakan bahwa para komisioner KPU dan Bawaslu RI terpilih harus bisa menjaga marwah penyelenggaraan pemilu. Caranya dengan tetap bekerja secara independen, profesional, dan menjaga integritas sebagai penyelenggara Pemilu 2024.
"Jangan sampai mempertaruhkan penyelenggaraan pemilu 2024," tegasnya.
Jika tidak, sambung Nisa, para komisioner KPU dan Bawaslu RI tersebut akan dinilai bahwa keterpilihan mereka hasil dari cawe-cawe elite politik.
“Jadi nanti akan terlihat di kinerja mereka,†tutup Nisa.
BERITA TERKAIT: