Tingginya Harga Minyak Goreng Dampak Kebijakan CPO Internasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Selasa, 08 Februari 2022, 15:25 WIB
Tingginya Harga Minyak Goreng Dampak Kebijakan CPO Internasional
Ilustrasi/Net
rmol news logo Harga minyak sawit mentah atau crued palm oil (CPO) yang melambung tinggi berdampak serius terhadap harga minyak goreng di pasaran.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, dalam acara diskusi virtual Ombudsman bertajuk "Menjamin Ketersediaan Minyak," Selasa (8/2).

Menurut Oke, ketersediaan minyak goreng sebetulnya banyak namun harganya sangat tinggi lantaran minyak nabati yang langka. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya krisis energi.

“Ada penurunan produksi, biaya logistik yang tinggi, krisis energi berdampak pada tingginya harga (minyak goreng). Termasuk juga CPO karena selama ini harga minyak goreng tergantung CPO,” jelas Oke.

Dituturkan Oke, CPO yang digunakan para pengusaha minyak goreng terikat dengan harga internasional. Di sisi lain pemerintah melakukan subsidi minyak goreng dengan menerapkan domestik market obligation (DMO) dan domestik price obligation (DPO) untuk minyak goreng dan hal ini menimbulkan masalah di kalangan entitas pengusaha minyak goreng.

“Mungkin lebih menarik ekspor (bagi pengusaha). Kemudian dengan kebijakan terakhir pemerintah pastikan harga minyak goreng diputuskan sesuai CPO internasional,” tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA