Survei: Publik Inginkan NU Lebih Independen dan Tidak Terlibat Politik Praktis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Senin, 31 Januari 2022, 15:31 WIB
Survei: Publik Inginkan NU Lebih Independen dan Tidak Terlibat Politik Praktis
Direktur Eksekutif Trust Indonesia, Azhari Ardinal/RMOL
rmol news logo Peran partai Islam dan organisasi Islam sangat penting untuk menentukan calon pemimpin Indonesia selanjutnya. Namun, perannya saat ini belum terlihat nyata dirasakan masyarakat.

Hal itu tercatat dalam hasil survei Trust Indonesia, di mana mayoritas responden yakni sebanyak 24,7 persen menyatakan peran partai Islam atau partai berbasis umat Islam belum mewakili kepentingan umat Islam.

Direktur Eksekutif Trust Indonesia, Azhari Ardinal mengatakan, peran NU sebagai organisasi massa Islam terbesar di Indonesia harus lebih dominan dan perlu didukung dalam melawan radikalisme, fundamentalisme, dan terorisme.

“Sebanyak 17,2 persen peran utama NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus didukung dalam melawan radikalisme,” ucap Azhari di Hotel Hilton Double Tree, Jalan Pegangsaan, Jakarta Pusat, Senin (31/1).

Selain itu, Trust Indonesia juga mendapatkan mayoritas responden menginginkan NU tidak terlibat dalam politik praktis.

“Nahdlatul Ulama diharapkan lebih independen dan tidak terlalu banyak terlibat politik praktis sebanyak 20,3 persen,” tandasnya.

Survei dilakukan secara offline dalam rentang waktu 10 hari pada 3 sampai 12 Januari 2022 dengan jumlah responden 1.200 menggunakan metode multistage random sampling.

Margin of error survei ini kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA