Jamu Dubes Uni Eropa, Menko Airlangga Komitmen Percepat Indonesia-EU CEPA yang Saling Menguntungkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 23 Desember 2021, 08:44 WIB
Jamu Dubes Uni Eropa, Menko Airlangga Komitmen Percepat Indonesia-EU CEPA yang Saling Menguntungkan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjamu Dutabesar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Piket, Rabu (22/12)/Net
rmol news logo Sejumlah kerjasama di bidang ekonomi bilateral dibahas saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjamu Dutabesar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Piket, Rabu (22/12).

Dalam pertemuan ini, Menko Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi P. Pambudi dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timteng Fajar Wirawan Harijo. Adapun Dubes Piket didampingi oleh Deputy Head of Trade and Economic Section Martin Mitov

Pertemuan dirasa penting karena UE merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam bidang ekonomi. Nilai perdagangan bilateral pada periode Januari hingga Agustus 2021 mencapai 18,1 miliar dolar AS, meningkat sebesar 8,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 16,7 miliar dolar AS. Nilai investasi UE pada tahun 2020 mencapai 2,1 miliar dolar AS.

Terkait dengan perkembangan perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Menko Airlangga menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam percepatan penyelesaian perundingan. Dalam hal ini, baik Indonesia maupun UE, harus saling mempertemukan kepentingan yang saling menguntungkan. Saat ini, perundingan telah memasuki putaran ke-11 yang diselenggarakan secara virtual pada bulan November lalu.

“Negosiator dari kedua pihak diharapkan dapat lebih kreatif dalam mencari solusi atas isu-isu runding yang masih menjadi pending issues sehingga penyelesaian perundingan dapat segera dipercepat,” kata Menko Airlangga seperti dikutip laman ekon.go.id.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk melakukan pembahasan teknis dalam upaya percepat perundingan.

Kemudian, pertemuan tersebut juga membahas tentang penanganan pandemi Covid-19 dan kebijakan strategi Green Deal Uni Eropa beserta peraturan turunannya yang nantinya akan mengatur importasi produk yang memenuhi kriteria berkelanjutan  yaitu tentang usulan kebijakan Regulation on Deforestation-Free Products.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia menyampaikan komitmen untuk mendukung perdagangan yang berkelanjutan serta menyatakan bahwa isu sektor lingkungan tidak boleh disalahgunakan untuk menghambat arus perdagangan.

Terkait isu sektor telekomunikasi, Menko Airlangga mengundang perusahaan-perusahaan UE untuk berinvestasi di sektor pengembangan teknologi digital Indonesia. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA