Hal itu disampaikan pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di acara rangkaian puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021 yang diselenggarakan di Gedung Juang Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis kemarin (9/12).
Dalam pernyataannya, Jokowi menyampaikan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks perilaku antikorupsi di masyarakat terus naik dan membaik setiap tahunnya.
"Saya kira itu bukti suatu keberhasilan," ujar Emrus kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat siang (9/12).
Keberhasilan yang dimaksud Emrus adalah keberhasilan dalam pendidikan masyarakat serta pencegahan korupsi yang terus digencarkan oleh KPK sejak dipimpin oleh Firli Bahuri dkk.
"Karena memang saya melihat di bawah kepemimpinan Firli Bahuri, bahwa walaupun penindakan tetap dilakukan, tidak kalah dengan komisioner KPK yang lain, tetapi mereka juga bekerja sangat luar biasa di dalam pencegahan," papar Emrus.
Terbukti dari seringnya KPK melakukan dialog dengan kementerian/lembaga, instansi pemerintah pusat maupun daerah terkait pencegahan korupsi serta memunculkan budaya baru, yakni budaya antikorupsi.
"Hasil penelitian menunjukkan meningkat toh," pungkas Emrus.
Dari data yang disampaikan Presiden Jokowi, pada 2019 indeks perilaku antikorupsi di masyarakat berada di angka 3,7. Dan mengalami peningkatan pada 2020 di angka 3,84. Hingga pada tahun ini, berada di angka 3,88.
BERITA TERKAIT: