Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar
mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dengan
varian baru ini lantaran memiliki tingkat penularan yang lebih cepat.
â€Kita
pernah mengalami saat munculnya varian Delta membuat kita semua dan
dunia kelabakan. Jumlah korban meninggal luar biasa, rumah sakit penuh
di mana-mana," kata Muhaimin Iskandar kepada wartawan, Senin (29/11).
"Mumpung
varian Omicorn belum terdeteksi, ini harus menjadi perhatian serius.
Jangan anggap enteng dan jangan lengah,†sambung Cak Imin.
Kendati
demikian, Ketua Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Covid-19 DPR RI itu
meminta agar masyarakat tidak perlu panik, namun tetap melaksanakan
protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
Pasalnya, Cak Imin
menilai dalam beberapa bulan terakhir, kesadaran masyarakat untuk
melaksanakan prokes menurun tajam, seolah-olah Corona benar-benar sudah
tiada.
Semakin banyak orang yang tidak mengenakan masker, kerumunan massa juga semakin tidak terkendali.
Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat di beberapa negara lain di Eropa terjadi peningkatan kasus Covid-19.
"Austria
kembali menerapkan karantina nasional atau lockdown penuh. Jerman pun
mengeluarkan peringatan keras kepada warganya agar segera divaksin
akibat lonjakan kasus yang juga luar biasa. Ini harus menjadi alarm bagi
kita,†ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) ini mengapresiasi langkah sigap pemerintah yang telah
mengeluarkan kebijakan pembatasan kedatangan warga negara asing (WNA).
Pembatasan
diberlakukan bagi warga negara asing yang telah tinggal dan atau
mengunjungi wilayah negara tertentu dalam kurun waktu 14 hari sebelum
masuk wilayah Indonesia. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan secara
efektif pada hari ini, Senin (29/11).
BERITA TERKAIT: