Proses pembentukan skuad U-17 tersebut turut melibatkan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.
Manager Banteng Jakarta FC, Adiyoga Nusyirwan mengatakan, pembentukan skuad kali ini dilakukan lebih serius karena tim memiliki pengalaman kurang baik pada periode sebelumnya.
"Kali ini kami berjuang dengan waktu yang tiga bulan dan tentunya juga dengan dukungan dari PPOP," kata Adiyoga saat launching jersey dan pelepasan 23 pemain Banteng Jakarta FC di DPD PDIP DKI Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu 8 Agustus 2026.
Untuk memperkuat proses pembinaan, Banteng Jakarta FC menunjuk Agus Suprianto sebagai pelatih kepala. Agus merupakan mantan pemain Persija yang pernah memperkuat klub tersebut pada 2001, dan menjadi bagian dari tim yang meraih trofi di Gelora Bung Karno.
Banteng Jakarta FC yang membawa nama DKI Jakarta tergabung di Grup D bersama Jawa Tengah, Papua, dan Jambi.
Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengatakan, Banteng Jakarta FC mengincar gelar juara Soekarno Cup 2026 demi membuka peluang Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen tersebut pada tahun berikutnya.
Pantas mengatakan, status tuan rumah pada perhelatan selanjutnya memang akan diberikan kepada tim yang berhasil menjadi juara Soekarno Cup tahun ini.
"Target umumnya ya setiap kesebelasan pasti ingin tampil menjadi juara," kata Pantas.
Sementara itu Bendahara Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Yuke Yurike mengatakan, ajang ini tak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi sepak bola antarpemain muda.
Kata dia, Panitia Nasional juga menyisipkan edukasi sejarah dengan mengenalkan sosok Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, kepada para peserta melalui konsep tematik selama turnamen berlangsung.
"Jadi kan orang cuma tahu nama-nama doang. Jadi di saat itu di tempat bola itu, nanti ada cerita seperti Bung Karno, sejarah Bung Karno," kata Yuke.
BERITA TERKAIT: