Status PPKM Level 1 yang disandang Jakarta adalah buah dari kesabaran dan disiplin warga dalam menjalankan protokol kesehatan, mematuhi aturan PPKM berlevel, dan kesediaan berpartisipasi dalam program vaksinasi.
“Kesabaran dan disiplin kita tidak sia-sia. Alhamdulilah level PPKM kita terus turun dan sekarang kita sudah berada di level 1. Ini buah dari kedisiplinan warga dan kecepatan vaksinasi yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta. Peran aktif warga ikut vaksinasi juga menjadikan Jakarta sebagai provinsi dengan cakupan vaksinasi tertinggi," ujar anggota DPD RI, Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/11).
"Dengan status PPKM Level 1 ini kita memang lebih leluasa beraktivitas, tetapi harus diingat selama pandemi ini masih berlangsung protokol kesehatan masih menjadi yang utama. Semoga situasi pandemi di Jakarta dan tentunya di Indonesia terus membaik sehingga kita bisa menata kembali berbagai bidang kehidupan,†tambahnya.
Selain cakupan vaksinasi yang sudah tinggi terutama pada kelompok sasaran lansia, jumlah kasus positif yang terus turun dan positivity rate yang sudah rendah, kepatuhan warga DKI Jakarta dalam menerapkan protokol kesehatan dan ketaatan jalankan aturan PPKM menjadi faktor penting turunnya level PPKM Jakarta.
Namun, lanjut Senator DKI Jakarta ini, tantangan ke depan adalah bagaimana PPKM Level 1 ini di Jakarta bisa berkelanjutan. Bahkan Provinsi DKI Jakarta bisa melangkah ke level selanjutnya yaitu tidak ada kasus Covid-19 atau zona hijau.
“Status PPKM Level 1 ini adalah kerja-kerja kolaborasi kita semua dan sedapat mungkin harus kita pertahankan sehingga geliat aktivitas yang saat ini sedang berlangsung bisa semakin sehat dan produktif. Jika kita semua terus konsisten, bukan tidak mungkin ke depan Jakarta bisa zona hijau atau tidak tidak ada kasus Covid-19. Ini tentunya menjadi harapan kita semua,†tegas Fahira.
Fahira pun melihat ada tantangan penanggulangan pandemi yang sudah di depan mata, yaitu libur panjang akhir tahun. Jika semua masyarakat konsisten mentaati berbagai aturan yang telah ditetapkan, maka pada 2022 situasi pandemi di Indonesia termasuk di Jakarta akan jauh lebih baik.
Sehingga, menurut Fahira, masyarakat bisa bersiap-siap masuk ke masa transisi perubahan status Covid-19 dari pandemi menjadi endemi.
“Oleh karena itu, walau kasus turun signifikan, skenario pengendalian yang dilakukan dengan surveilans aktif dan seluruh suspek dites dan pemantauan kasus harus tetap dilakukan secara rutin dan berkala,†pungkasnya.
BERITA TERKAIT: