Cegah Rivalitas Antar-negara di dunia, Jokowi Dorong Kerja Sama ASEAN-Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Kamis, 28 Oktober 2021, 22:56 WIB
Cegah Rivalitas Antar-negara di dunia, Jokowi Dorong Kerja Sama ASEAN-Rusia
Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia,/Ist
rmol news logo Rivalitas antar negara berusaha dipatahkan Presiden Joko Widodo dengan mendorong kemitraan ASEAN-Rusia. Menurutnya, hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya dinamika di kawasan Indo-Pasifik yang mengarah pada perebutan pengaruh dan rivalitas yang semakin tajam.

Jokowi meyakini, ASEAN dan Rusia memiliki kesamaan kepentingan dan aspirasi dalam melihat kawasan yang aman dan makmur.

Hal ini disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021).

"Ini harus kita cegah dan hindari, tidak ada di antara kita yang ingin melihat situasi ini terus berkepanjangan. Saya percaya, kemitraan strategis ASEAN-Rusia dapat mencegah tren ini," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan, kemitraan ASEAN-Rusia yang telah terjalin lama menjadi penyangga stabilitas keamanan dan perdamaian. Namun sayangnya, dia tak memunkiri rivalitas di kawasan tersebut justru semakin menajam.

"Yang lebih mengkhawatirkan bahkan mengarah pada arms race dan power projection. Jika tren ini dibiarkan, maka peluang terjadinya proxy sangat besar," tuturnya.

Maka dari itu, Jokowi merasa komitmen dan dukungan Rusia terhadap sentralitas ASEAN dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific sangat tepat waktu untuk dilakukan. Sehingga, dia mengajak ASEAN-Rusia untuk mengimplementasikan kerja sama praktis dan konkret dalam sektor ekonomi, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), maritim, dan konektivitas.

"ASEAN-Rusia harus terus menjadi positive force dan penyangga stabilitas, dan perdamaian di kawasan," ucapnya.

Dengan cara ini, Jokwoi memprediksi budaya persaingan akan runtuh dengan sendirinya. Sementar akibat lainnya, kerja sama konkret yang dijalankan akan menumbuhkan kebiasaan kerja sama multi pihak.

"Kerja sama konkret ini juga akan mempertebal strategic trust, dan menghilangkan trust deficit. Ini akan menjadi kontribusi besar Rusia dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik," dmeikian Jokowi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA