Di Masa Pandemi, Garuda Cuma Butuh 50 Pesawat dan Selalu Rugi Saat Terbang ke Luar Negeri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Kamis, 28 Oktober 2021, 16:19 WIB
Di Masa Pandemi, Garuda Cuma Butuh 50 Pesawat dan Selalu Rugi Saat Terbang ke Luar Negeri
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga/Net
rmol news logo Jumlah pesawat Garuda Indonesia yang dibutuhkan saat pandemi Covid-19 ternyata hanya 50 pesawat. Sementara puluhan sisanya nyaris tidak diperlukan.

Begitu ungkap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam sebuah diskusi yang diunggah di akun YouTube Refly Harun, Kamis (28/10).

“Jadi kalau bisa ya kita kelola 50 saja. 50 dari 100 sekian pesawat,” ujarnya.

Selain tentang efektifitas jumlah pesawat, Arya Sinulingga juga menyindir mengenai rute penerbangan Garuda. Ternyata, Garuda Indonesia hanya untuk saat melayani penerbangan rute dalam negeri. Sementara untuk layanan rute luar negeri tidak pernah untung.

“Cuman karena mengatasnamakan flag carrier keluar negeri, walaupun rugi ditanggung gitu. Enggak apa-apa deh rugi yang penting harga diri. Gengsi nih,” sindirnya.

Arya mengurai bahwa Kementerian BUMN kini sedang berpikir agar Garuda lebih fokus pada penerbangan lokal saja dan tidak perlu melayani rute luar negeri.

“Jadi kondisi inilah yang membuat kita terus menerus untuk masuk membereskan satu persatu BUMN-BUMN,” tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA