Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti mengatakan, isi poster itu sebenarnya tidak terlalu mengejutkan dan baru. Sebab, maksud tersirat dari poster itu telah lama dirasakan dan diketahui oleh banyak kalangan.
"Bahkan dalam kasus-kasus yang sangat menyita perhatian masyarakat sekalipun, perbedaan antara pernyataan dengan fakta itu sering berulang," kata Ray Rangkuti kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/6).
Oleh karena itu, Ray menilai pesan bernada kritik dari BEM UI mestinya dijadikan bahan introspeksi bagi pemerintah sekaligus mengelola manajemen pernyataan dengan tindakan.
Sebab, yang terlihat saat ini, banyak ucapan Presiden yang kurang jelas, dan disikapi terbalik oleh para pembantunya.
"Entah, apakah memang maksud pidato Presiden antara yang tersurat dengan tersirat sesuatu yang beda, atau ada pengabaian pernyataan presiden di kalangan pembantunya," ucap Ray.
BERITA TERKAIT: