Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon pun meminta rapat kerja agenda mendatang digelar secara terbuka.
Hal ini agar Prabowo bisa menjelaskan secara transparan terkait rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (alpalhankam) Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024.
Rancangan yang sedang gaduh dibahas itu, berisi tentang rencana belanja alutsista TNI mencapai Rp 1.750 triliun.
"Kami berharap rapatnya juga terbuka sehingga media bisa disampaikan kepada rakyat Indonesia. Jangan nanti ada yang bertanya, ada apa itu dan sebagainya (rapat tertutup). Semuanya terbukalah," kata Effendi Simbolon di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5).
Politisi PDI Perjuangan ini menilai, rancangan Perpres Alpalhankam tidak transparan. Kemenhan tidak menyampaikan lebih dahulu kepada anggota dewan tentang rencana pembelian alutsista TNI.
"Rancangan Perpresnya ini kan sepertinya tidak transparan. Kita berpikiran, ada apa sih kemudian rancangan yang begitu hebat itu sepertinya ditutupi begitu," herannya.
Effendi mendesak Prabowo hadir dalam rapat kerja yang akan dilaksanakan lusa. Sebab, dalam rapat tertutup hari ini, Wamenhan Muhammad Herindra tidak mau memaparkan soal rancangan Perpres Alpalhankam.
Ditambah lagi, Prabowo kerap tidak menghadiri rapat kerja dengan DPR dengan alasan harus mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.
"Jadi itu yang hari Rabu, jam 10 mudah-mudahan beliau istilahnya jangan mangkir ya, jangan absen lagilah," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: