“Situasi dan dinamika di lapangan kita berhadapan dengan orang yang ngotot mau pulang. Bagaimana menerapkan di lapangan? Tetap disiplin dan humanis, bisa menguatkan keengganan masyarakat untuk mudik,†kata Ketua DPR RI, Puan Maharani saat rakor kesiapan Posko Pengendalian Transportasi di Mapolresta Cirebon, Jawa Barata, Rabu (5/5).
Rakor kali ini juga dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono beserta jajaran.
Selanjutnya, Puan meminta koordinasi seluruh pihak untuk menghasilkan persepsi yang sama dalam pelaksanaan larangan mudik lebaran. Politisi PDIP itu pun memastikan akan mengawasi pelaksanaan aturan pelarangan mudik tahun ini.
“Petugas di lapangan harus fleksibel. Misalnya kalau ada rombongan 50 orang pengendara motor yang solidaritasnya tinggi bagaimana? Itu pentingnya memberi pemahaman,†terangnya.
“Harus sopan, santun, tapi tegas. Di H-1, H-2 Lebaran, semuanya mau ketemu keluarga. Jadi perlu sinergi dan gotong royong dalam rentang waktu peniadaan mudik," imbuhnya.
Rakor diawali paparan dari Kakorlantas Polri Irjen Istiono tentang kesiapan Polri dalam pelarangan mudik Lebaran 2021.
Korlantas Polri akan membangun 381 titik penyekatan, dan 158 titik penyekatan di antaranya adalah di Jawa Barat, sebagai bukti serius meniadakan mudik Lebaran tahun ini.
Berdasarkan data Korlantas, perkiraam pemudik dari Jabodetabek dan Banten menuju Jawa dan Sumatra mencapai tiga juta orang. Dari jumlah perkiraan tersebut, pemudik paling banyak menuju Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, yang didominasi pengendara mobil pribadi (34,5 persen).
Operasi Ketupat untuk peniadaan mudik akan dilakukan pada 6-17 Mei 2021, dengan titik penyekatan dari Lampung sampai Denpasar.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: