Kemunculan pamflet tersebut seiring dengan agenda blusukan politik Jokowi bersama putra bungsunya, Kaesang Pangarep yang tak lain Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keduanya akan safari politik di Provinsi Lampung, Jumat-Minggu, 26-28 Juni 2026.
Rencananya, Jokowi akan menghadiri tiga Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Mesuji, Tulang Bawang, dan Bandar Lampung. Selain itu, menghadiri karnaval budaya, bertemu relawan, pengukuhan adat, bertemu santri dan kiai pondok pesantren serta menyapa masyarakat.
Ketua DPD PSI Kota Bandar Lampung, Randy Adytia Gumay mengatakan, saat ini jajarannya terus melakukan persiapan untuk menyukseskan kegiatan kunjungan Jokowi tersebut. Bahkan, akan ada ribuan kader yang akan menghadiri Rakorda PSI tersebut.
“Jumlah total pengurus yang insyaallah hadir dalam kegiatan kurang lebih 1600 orang. Meliputi pengurus tingkat DPD, DPC dan DPRT,” kata Randy.
Kehadiran figur Jokowi di Lampung ini memicu berbagai spekulasi politik tingkat tinggi, terutama terkait dinamika koalisi nasional. Sudah terbaca, Jokowi tidak akan hanya menonton atraksi gajah atau barongsai, melainkan membawa misi khusus untuk membumikan PSI di Lampung.
Tentu, manuver Gajah Jokowi ini akan memicu potensi benturan kepentingan politik di akar rumput. Partai Gerindra, sebagai partai bentukan Prabowo Subianto, adalah raksasa politik sekaligus pemenang utama dalam konstelasi Pemilu 2024.
Berdasarkan rekapitulasi resmi KPU, Partai Gerindra mengunci posisi papan atas nasional dengan raihan luar biasa sebanyak 20.071.708 suara sah (13,22 persen) dan sukses mengamankan 86 kursi di DPR RI periode 2024-2029.
Di Lampung sendiri, Gerindra bertransformasi menjadi kekuatan dominan yang sulit ditandingi. Pileg 2024 di Provinsi Lampung, Gerindra perkasa dengan mendapat 16 kursi, sukses menggeser dominasi PDIP yang hanya mendapat 13 kursi.
Kehadiran "Gajah" yang dikendarai oleh pengaruh politik Jokowi dan PSI ini disinyalir kuat bakal mengusik zona nyaman sang pemenang Pemilu.
Lampung, yang selama ini menjadi salah satu lumbung suara Gerindra dan basis loyal pendukung Prabowo, kini coba "diinjak" atau digoyang secara perlahan oleh PSI melalui penetrasi langsung sang mantan presiden ke tengah masyarakat.
Langkah politik ini dibaca sebagai upaya PSI untuk terus memperbesar basis elektoralnya dengan memanfaatkan sisa-sisa
Jokowi Effect yang masih mengakar kuat di daerah-daerah strategis seperti Tulang Bawang. Melalui kedok kegiatan kultural dan penguatan UMKM lokal, PSI mencoba mempertegas eksistensinya tepat di halaman rumah sang penguasa parlemen.
Akankah safari politik Jokowi bersama PSI ini benar-benar menggerus dominasi kokoh Partai Gerindra di Lampung? Ataukah ini hanya bagian dari tarian politik harmonis di bawah payung besar koalisi pemerintah?
Satu hal yang pasti, riuh rendah Karnaval Gajah Tulang Bawang besok dipastikan tidak hanya menyedot perhatian para pecinta budaya, tetapi juga membuat para elite politik di Senayan dan daerah menahan napas.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: