Demikian disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merespons usulan pemanfaatan AI untuk membantu analisis penyakit pasien di wilayah yang masih minim dokter, sebagaimana diusulkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh.
“Karena dokter dan tenaga kesehatan, tenaga medis, kan mesti melihat, mesti menyentuh pasiennya juga,” kata Budi, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 25 Januari 2026.
Kendati begitu, Budi menilai teknologi seperti
telemedicine dan AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung layanan kesehatan, terutama di daerah yang menghadapi keterbatasan akses.
Namun, Budi bahwa menegaskan penggunaan teknologi tidak boleh mengalihkan fokus pemerintah dari upaya menambah dan mendistribusikan dokter ke berbagai wilayah.
“Jangan sampai mengalihkan fokus kita atau perhatian kita untuk memperbanyak jumlah dokter dan mendistribusikan mereka ke daerah-daerah,” kata Budi.
Budi menjelaskan, persoalan mendasar yang saat ini harus segera diatasi adalah kekurangan dokter, khususnya di daerah terpencil.
Karena itu, pemerintah masih menempatkan pemerataan tenaga medis sebagai prioritas utama dalam pembangunan sektor kesehatan.
“Yang secara fundamental harus dijawab adalah kekurangan dokter itu terjadi, terutama di daerah-daerah terpencil. Itu yang harus dijawab,” pungkas Budi.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: