Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat memberikan sambutan pada Kegiatan Webinar Pembekalan Pilkada Berintegritas Series 5 (Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Timur) bertema “Mewujudkan Pimpinan Daerah Berkualitas Melalui Pilkada Serentak yang Jujur Berintegritasâ€, di Radisson Golf and Convention Center, Batam, Selasa (10/11).
“Kita melihat pilkada ini menjadi penting," kata Tito.
Pandemi Covid-19, ujarnya, memberikan dampak multidimensi, tidak hanya pada kesehatan tetapi berimbas kepada masalah sosial dan ekonomi yang mengubah seluruh pola tatanan kehidupan.
Pandemi mengubah pola
demand dan
supply yang memengaruhi sistem produksi dan berdampak pada ekonomi. Hal itu juga berpengaruh pada sistem keuangan negara, sehingga daerah yang tadinya mengandalkan transfer pusat menjadi semakin tertekan.
“Ada masalah kesehatan, kemanusiaan. Meninggalnya orang berimbas ke masalah ekonomi karena adanya rasa ketakutan masyarakat. Kemudian masalah sosial karena mengubah pola
demand dan
supply, otomatis produksi juga menjadi terdampak," jelasnya dikutip dari laman
Setkab.
Tito pun mengaku telah mengupayakan agar tema sentral Pilkada Serentak 2020 dapat mengangkat masalah-masalah riil, yakni bagaimana kepala daerah dapat mengendalikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.
Tema tersebut akan membantu masyarakat memilih kepala daerah yang tepat karena visi dan misi yang dipaparkan sejalan dengan masalah terkini.
“Bagaimana menghadapi ekonomi yang stagnan di daerah masing-masing karena ada pembatasan, restoran yang tutup, hotel-hotel yang terdampak,
tourism yang terdampak, pabrik-pabrik yang ada PHK, dan lain-lain,†tegasnya.
BERITA TERKAIT: