Ini merupakan kali kedua dalam tahun ini akun milik aktivis 1998 itu disuspend. Penangguhan pertama terjadi pada Januari lalu. Akun miliknya
@IwanSumule_86 ditangguhkan secara permanen.
Kemudian pada tanggal 22 Januari, dia membuat akun bari dengan nama
@IwanSumule86. Pada hari ini, akun tersebut kembali di-suspend.
“Padahal saya baru menjadi pengguna Twiter sekitar 4 bulan terakhir,†terangnya kepada redaksi.
“Akun aktivis dan politisi yang disuspend 2 kali dalam 4 bulan barangkali hanya saya,†sambung Iwan Sumule.
Iwan Sumule merasa heran dengan fenomena ini. Dia menduga ada keterlibatan pemerintah dalam penangguhan akunnya. Hal ini lantaran dia memang dikenal selalu melancarkan kritik dalam setiap kicauan yang diunggah di Twitter. Paling kencang Iwan mempertanyakan kasus Jiwasraya, impor pangan, dan utang yang menggunung.
“Jadi mungkin pemerintah tidak tahan dikritik dan tak bisa menerima perbedaan,†terangnya.
Jika dugaannya itu benar, maka Iwan Sumule berkesimpulan bahwa demokrasi yang ada di Indonesia sebatas akal-akalan.
“Demokrasi abal-abal. Iya nggak sih?†tutupnya.
BERITA TERKAIT: