Bahkan negara Arab membenci Soleimani karena pasukannya mendukung Presiden Suriah, Bashar Al Assad.
Arab menilai Soleimani disebut sebagai sosok yang berada di belakang pengaruh kuat Iran di Irak dan membantu memperkuat pemberontak Houthi di Yaman melawan Arab Saudi.
"Dia tak akan membunuh lagi," begitu tulisan editorial koran Arab News, Minggu (5/1).
"Mari jangan tangisi Qassim Sulaimani; dia seharusnya telah mengetahui bahwa dia tidak bisa lolos dari kejahatan-kejahatan ini selamanya, dan bahwa dia tak akan mati di ranjangnya," tulis editor koran Arab Saudi tersebut, Faisal Abbas.
Soleimani tewas bersama Panglima Militer Irak, Abu Mahdi Al Muhandis pada Jumat (3/1) pagi dalam serangan drone Amerika di Bandara Internasional Baghdad, Irak.
Iran menyatakan akan membalas serangan tersebut. Hubungan kedua negara kini memanas.
AS menyerukan warganya segera meninggalkan Irak, menutup kedutaan besarnya di Baghdad, dan mengirim marinir tambahan.
AS mengerahkan 700 anggota Divisi Lintas Udara ke-82 ke wilayah tersebut. Kontraktor Amerika yang melatih pasukan Irak sudah mulai meninggalkan negara tersebut.
BERITA TERKAIT: