Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Pleno KTT Peringatan 35 Tahun ASEAN-Rusia di Kazan, Kazan, Kamis waktu setempat, 18 Juni 2026.
Menlu Sugiono menilai perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran melalui penandatanganan MoU menuju penghentian perang merupakan sinyal positif bagi upaya penyelesaian konflik global.
Langkah tersebut dipandang memperkuat keyakinan bahwa jalur damai masih menjadi opsi paling rasional dalam meredam ketegangan antarnegara.
“Kami menyambut baik penandatanganan MoU antara Amerika Serikat dan Iran menuju de-sekalasi dan penyelesaian konflik secara damai. Ini menunjukkan bahwa dialog tetap menjadi jalan yang paling efektif," ujar Sugiono.
Meskipun terdapat kemajuan diplomatik di sejumlah kawasan, Indonesia stabilitas global masih menghadapi banyak ujian yang kompleks dan multidimensi.
Termasuk tantangan kemanusiaan di Palestina yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan signifikan.
“Namun, Indonesia tetap sangat prihatin dengan bencana kemanusiaan yang terus berlanjut di Palestina," ujarnya.
Menlu RI menyerukan penguatan kerja sama lintas kawasan, termasuk antara ASEAN dan Rusia, guna memastikan perdamaian dan stabilitas dapat terus dipromosikan secara berkelanjutan di berbagai wilayah dunia.
“ASEAN dan Rusia harus terus bekerja sama untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di mana pun tantangan muncul," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: