Keputusan tersebut disampaikan pemerintah Swiss, sekaligus menandai mundurnya dialog damai antara kedua negara tak lama setelah penandatangan memorandum of understanding (MoU) di Istana Versailles, Prancis.
"Diskusi di Bürgenstock tidak akan berlangsung sesuai rencana hari ini. Swiss tetap siap untuk memfasilitasi pembicaraan ini," kata Kementerian Luar Negeri Swiss dalam sebuah pernyataan.
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan rencana kunjungannya ke Jenewa karena rumitnya dinamika diplomasi yang sedang berlangsung.
“Logistik dari negosiasi ini tidak pernah sederhana atau dapat diprediksi,” ujar juru bicara Gedung Putih.
Pertemuan yang direncanakan di resor pegunungan Burgenstock itu sejatinya diharapkan menjadi kelanjutan dari kesepakatan sementara yang membuka ruang gencatan senjata 60 hari.
Dari pihak Teheran, belum terdapat konfirmasi resmi terkait keberangkatan delegasi ke Swiss.
Media semi-resmi Iran bahkan melaporkan bahwa pihaknya masih menunggu implementasi konkret dari kesepakatan awal yang telah disepakati sebelumnya.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap Washington.
“Jika pihak Amerika ingin terlalu banyak menuntut, kami tidak akan menerimanya,” tegas Khamenei.
BERITA TERKAIT: