Begitu dikatakan peneliti senior LIPI Syamsudin Haris dalam diskusi akhir tahun FISIP UIN Syarif Hidyatullah Jakarta "Partai Politik Dan Kecenderungan Politik Oligarki", di Auditorium Bahtiar Effendy, FISIP UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (18/12).
"Oligarki sangat mengancam demokrasi kita, sebab itu tidak sesuai dengan semangat reformasi yang sudah kita alami sejak 98," ujar Syamsuddin.
Hadir juga sebagai pembicara dalam diskusi ini adalah Dekan FISIP UIN Jakarta, Ali Munhanif dan dosen Universitas Gajah Mada, Kuskrido Ambardi.
Syamsuddin menjelaskan bahwa tidak baiknya oligarki adalah menutup munculnya potensi-potensi lain saat beberapa elite lebih mengutamakan kroninya.
Dalam konteks demokrasi sebagai kedaulatan rakyat, kata dia, kaum oligarki ini tidak ingin ada calon pemimpin yang seharusnya dipilih langsung justru menghalangi langkah kroninya.
"Jika oligarki mendominasi dan menguasai tentu ini akan mengancam demokrasi kita, sehingga yang terjadi kemudian bukan kedaulatan rakyat melainkan kedaukatan kaum oligarki," jelas Syamsuddin.
BERITA TERKAIT: