Saat ini, masa jabatan Presiden maksimal dua periode. Namun, Jokowi menilai, munculnya usulan masa jabatan tiga periode, karena ada beberapa sebab.
"Satu, ingin menampar muka saya. Kedua, ingin mencari muka, padahal saya sudah punya muka. Ketiga, ingin menjerumuskan. Itu saja," kata Jokowi, Senin (2/12).
Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyebut apa yang dikatakan Jokowi adalah pesan besar bagi pihak yang menyuarakan penambahan masa jabatan presiden.
"Apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi jelas pesan itu disampaikan untuk siapa," ujar Ace di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (2/12).
Isu penambahan masa jabatan presiden disuarakan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Bambang juga berstatus calon Ketua Umum Partai Golkar.
Ace mengingatkan bahwa pendukung Bamsoet berkali-kali menyebut untuk tidak melibatkan Presiden Jokowi dalam kegiatan Munas.
Ace mengaku heran, Bamsoet dalam beberapa kesempatan terkesan mencoba mencari muka pada Kepala Negara dengan wacana akan menambah masa jabatan menjadi tiga periode.
"Ini kan inkonsistensi di satu sisi katanya tidak boleh bawa-bawa presiden, tetapi di sisi lain cari muka kepada presiden, ini kan ironi," tukasnya.
BERITA TERKAIT: