Atas alasan itu, Direktur Eksekutif Jaringan Muda Cendekiawan Indonesia, Ahmad Nizar Saputra menilai penunjukkan Idham Azis sebagai calon tunggal kapolri pengganti Tito Karnavian sudat tepat.
"Jadi, Idham tentu sangat paham sel-sel terorisme yang masih jadi ancaman serius bagi keamanan di Indonesia," ungkap mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) itu kepada wartawan di Menteng, Jakarta, Minggu (27/10).
Di sisi lain, masih kata Nizar, pengalaman Idham sebagai kapolda dan kabareskim, menjadi nilai plus bagi Idham Azis dalam melakukan penguatan reformasi di tubuh Polri dan upaya meneguhkan slogan “Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) di Polri.
Dengan jenjang karir yang bagus di kepolisian di tambah pengalamannya, Idham merupakan pilihan ideal Kapolri ke depan. Mantan kapolda Metro Jaya itu diyakini bisa melanjutkan “Promoter†yang telah dirintis Tito.
"Idham akan dapat menopang stabilitas keamanan dalam negeri. Dia akan mampu membawa kepolisian menjadi lembaga yang lebih modern, humanis dan professional," demikian Nizar.
BERITA TERKAIT: