Merespons hal itu, Zita yang ditemui di ruangannya mengaku pencalonannya merupakan hal di luar kebiasaan lantaran sebagai seorang perempuan.
"Ini momen yang langka. Dalam sejarah DPRD DKI ini kali pertama perempuan di kursi pimpinan," kata Zita di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/9).
Selama ini, ia mengaku kaum hawa kesulitan untuk duduk dalam posisi strategis, baik di pemerintahan maupun di legislatif, khususnya di DPRD DKI Jakarta.
"Oleh karenanya, kalau kita berhasil, kepercayaan publik akan meningkat," sambung putri Ketum PAN, Zulkifli Hasan ini.
Nantinya, sistem kolektif kolegial akan menjadi hal yang diusulkan di DPRD. Selain itu, sosok berusia 29 tahun ini juga memiliki misi di bidang pendidikan, yakni memperjuangkan nasib guru-guru pendidikan anak usia dini (PAUD) agar mendapat insentif.
"Kasian mereka bekerja dengan beban banyak tapi tidak diperhatikan. Kita khawatir kalau tidak difokuskan maka tidak akan ada yang mau menjadi guru PAUD untuk anak-anak kita," tegasnya.
"Saya akan kawal kebijakan yang pro kepada perempuan dan anak. Untuk itu Yang kita perjuangankan pertama nanti adalah adanya ruang menyusui di gedung DPRD DKI ini," tandasnya.
BERITA TERKAIT: