Menurut Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, volume sampah di TPST Bantargebang saat ini sudah sangat tinggi sehingga membutuhkan teknologi pengolahan yang lebih modern.
“Tidak bisa dihindari karena memang sudah terlalu tinggi tumpukan sampahnya. RDF Rorotan menjadi solusi karena kapasitasnya sekitar 2.500 ton,” ujar Khoirudin, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia berharap, keberhasilan RDF Rorotan dapat menjadi model pembangunan fasilitas serupa di beberapa wilayah Jakarta. Dengan begitu, pengolahan sampah dapat dilakukan lebih dekat dengan sumbernya.
“Kalau di sana sudah berjalan baik, kita ingin membangun fasilitas serupa di beberapa wilayah Jakarta sehingga tidak perlu lagi semuanya dikirim ke TPST Bantargebang,” katanya.
Terkait keluhan bau dari fasilitas RDF, Khoirudin memastikan bahwa hasil pengecekan menunjukkan tingkat bau masih berada dalam batas toleransi.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, saat ini sudah tersedia alat ukur kualitas udara yang juga dapat mendeteksi unsur bau di lingkungan sekitar fasilitas.
Pengoperasian RDF Rorotan diharapkan menjadi langkah awal bagi Jakarta untuk memperkuat sistem pengolahan sampah berbasis teknologi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang.
BERITA TERKAIT: