"Usia muda tidak berarti mereka yang hanya berkutat di usia 40 tahun ke bawah, tapi juga bisa bermakna mereka yang berusia 55 tahun ke bawah. Mengapa? Sebab kematangan kader partai umumnya berada di usia 50 tahun," kata pengamat politik Ray Rangkuti kepada wartawan, Sabtu (6/7).
Kenapa itu terjadi, jelas Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) ini, hal tersebut disebabkan gagalnya pembangunan politik pada era Orde Baru. Terjadi kemandekan regenerasi politik, sehingga kematangan dalam politik selalu terlihat di atas 50 tahun.
"Itulah sebabnya, secara realistis usia muda yang disebutkan oleh Pak Jokowi itu berbatas pada usia 55 tahun," ujarnya.
Kendati demikian, lanjut Ray, Presiden Jokowi bisa saja menempatkan menteri yang masih berumur 40 tahun, dengan catatan orang tersebut berlatarbelakang profesional murni.
"Khususnya mereka yang sudah terbiasa bekerja membantu pak Jokowi pada masa kerja sebelumnya. Baik yang di kabinet, maupun mereka yang berada dalam posisi lain tetapi dalam bingkai membantu kinerja pak Jokowi," tutupnya.
BERITA TERKAIT: