Dekan FK UI: Harusnya Kerja Petugas TPS Sistem Shift

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 29 April 2019, 15:59 WIB
Dekan FK UI: Harusnya Kerja Petugas TPS Sistem <i>Shift</i>
Ilustrasi anggota KPPS meninggal/Net
rmol news logo Sejumlah pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberi masukan agar penyelenggara Pemilu berikutnya memakai pola shift jika tetap dilaksanakan secara serentak.

Kajian tersebut disampaikan Dekan FK UI, Ari Fahrial Syam saat berkunjung ke Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Senin (29/4).

"Kalau ini (Pemilu) memang tetap seperti ini (serentak) harus dibuat sistem shift bagi yang bertugas," ujar Ari.

Dijelaskan Ari, sistem shift yang sama juga diterapkan pada petugas medis. Hal ini untuk mengurangi beban biologis yaitu kehabisan energi saat bertugas.

"Seperti halnya petugas medis, shift bisa dibuat tiga kali sehari setiap 8 jam atau dua kali, yaitu setiap 12 jam per shift," jelasnya.

Ari menyebutkan, kajian tersebut dilakukan berdasarkan peristiwa meninggalnya petugas KPPS yang saat ini menyentuh angka 296 petugas. Dari analisanya, para petugas meninggal lantaran kelelahan bekerja di luar batas biologis manusia.

"Secara normal sebenarnya kita bekerja keras itu 8 jam, kemudian bekerja ringan 8 jam, dan 8 jam sisanya itu adalah untuk beristirahat. Dari 8 jam istirahat itu 6 jam untuk tidur," tandasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA