Kritisi Ratusan KPPS Meninggal, Praktisi: Kerja Maksimal Manusia Cuma 8 Jam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 29 April 2019, 14:49 WIB
Kritisi Ratusan KPPS Meninggal, Praktisi: Kerja Maksimal Manusia Cuma 8 Jam
Fakultas kedokteran Universitas Indonesia bersama KPU/RMOL
rmol news logo Fakultas kedokteran Universitas Indonesia melakukan kajian terhadap kasus meninggalnya 296 petugas KPPS yang bertugas di Pemilu serentak 2019.

Kajian tersebut disampaikan Dekan FK UI, Ari Fahrial Syam saat berkunjung ke Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Senin (29/4).

"Terus terang buat kami ini menjadi suatu bahan evaluasi dari sudut fakultas kedokteran kenapa ini bisa terjadi," ujar Ari usai pertemuan bersama Komisioner KPU.

Berdasarkan analisa dasar kesehatan, kata Ari, kasus meninggalnya petugas KPPS dikarenakan jam kerja yang sudah di luar batas biologis manusia.

"Secara normal sebenarnya kita bekerja keras itu 8 jam, kemudian bekerja ringan 8 jam, dan 8 jam sisanya itu adalah untuk beristirahat. Dari 8 jam istirahat itu 6 jam untuk tidur," jelasnya.

Kondisi kurang istirahat, lanjut Ari, akan diperparah jika petugas tersebut memiliki riwayat penyakit lain. Misalnya diabetes, hipertensi atau yang terburuk adalah riwayat jantung.

"Penyakit jantung misalnya, memang penyakit jantung itu tidak selalu diketahui sebelumnya, tapi ketika dia mendapatkan beban kerja yang berat seperti itu, maka dia memang bisa terjadi serangan jantung," tukasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA