Perlu Merawat Persatuan Dan Kesatuan Setelah Pemilu

Jumat, 19 April 2019, 01:37 WIB
Perlu Merawat Persatuan Dan Kesatuan Setelah Pemilu
Ilustrasi/Net
rmol news logo Rektor Universitas Malikussaleh, Aceh Dr. Herman Fithra mengatakan bahwa merawat persatuan dan kesatuan sebagai upaya menjaga keutuhan bangsa sangat penting dilakukan pasca pemilu.

Pasca pemilu berbagai gesekan sosial akan dengan mudah muncul dan menimbulkan persoalan yang dapat mencederai semangat persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga perlu upaya dan juga semangat menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bersama sebagai sebuah bangsa dan negara.

"Pemilu adalah proses pemilihan pemimpin untuk lima tahun ke depan, sehingga jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Menjaga persatuan dan kesatuan adalah sebuah prinsip sekaligus kewajiban yang harus dimiliki oleh semua warga negara," jelas Herman.

Menurutnya, persoalan terpilih atau tidak dalam sebuah kompetisi demokrasi adalah hal biasa. Semua pihak mulai dari aktor politik hingga simpatisan tidak boleh terprovokasi dengan informasi yang belum tentu kebenarannya. Akan tetapi menjaga suasana yang kondusif serta persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal yang utama.

Herman menilai, proses pemilu untuk memilih presiden, DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota berjalan dengan lancar dan relatif baik sampai dengan puncaknya pada prosesi pungut hitung.

"Meski masih ada terdapat sedikit kekurangan, akan tetapi animo masyarakat untuk terlibat dalam pemilu dan menggunakan hak pilihnya, patut diapreasiasikan sebagai sebuah kemajuan di dalam demokrasi," katanya.

Terkait hasil hitung cepat atau quick count terhadap persentase perolehan suara, secara akademik dapat dipertanggungjawabkan apabila dilaksanakan dengan metode yang benar dan jujur. Hitung cepat adalah metode verifikasi hasil pemilu yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di TPS yang dijadikan sampel.

"Oleh karenanya quick count dapat memberikan akurasi yang lebih tinggi, karena menghitung hasil pemilu langsung di TPS target, bukan berdasarkan persepsi atau pengakuan responden. Hasil pemilu juga dapat diketahui berdasarkan real count masing masing peserta pemilu," papar Herman seperti dikutip Antara, Jumat (19/4). rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA