Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD DKI Jakarta, Rendhika D Harsono yang menyebut ada kenaikan dukungan yang signifikan dari konstituen.
"Masyarakat menilai peristiwa Romahurmuziy (Romi) merupakan tindakan pribadi, jauh kaitannya dengan partai. Justru peristiwa Romi ditangkap KPK memunculkan solidaritas sesama kader dan simpatisan untuk memperjuangkan dan mempertahankan eksistensi partai ini. Kita kembalikan ke khittah perjuangan PPP sesungguhnya, yaitu bersama dan untuk umat," kata Rendhika di Jakarta, Sabtu (13/4).
Rendhika melanjutkan, dari hasil survei internal yang dilakukan, mayoritas warga Jakarta menyatakan puas dengan kinerja anggota DPR RI dan DPRD Fraksi PPP karena dinilai sungguh-sungguh bekerja dan berjuang untuk umat.
Selain itu, PPP juga mendapat penilaian sebagai partai yang menghargai perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat selama kampanye, bukan partai yang ingin memecah kesatuan bangsa ini.
Menurut Rendhika, ini merupakan salah satu indikator yang positif bagi keterpilihan para caleg PPP yang maju di dapil-dapil Jakarta.
"Kita tidak mengklaim, Ini riil pernyataan masyarakat. Mereka melihat dengan sendiri bagaimana anggota dewan dari PPP berjuangkan agar disahkannya UU Anti Minuman Keras (Miras) dan sebagai partai yang pertama menyatakan dukungan kepada Pemprov DKI untuk menjual saham bir milik mereka di PT Delta Djakarta," tutur Caleg DPR RI Dapil DKI 2.
Rendhika pun bersyukur masyarakat tidak terkecoh dengan berita hoax yang menyudutkan dan sepertinya ingin mengkerdilkan PPP.
BERITA TERKAIT: