Caleg DPR RI PDI Perjuangan dapil Jawa Tengah V, Muchamad Nabil Haroen mengatakan, hal ini dilakukan melihat ada upaya mendelegitimasi KPU. Mulai dari isu satu kontainer surat suara yang telah dicoblos dan yang baru-baru ini isu server KPU yang telah disetting memenangkan Jokowi-Maruf.
"Upaya ini jelas mengkerdilkan dan mencuci otak masyarakat untuk tidak percaya kepada KPU. Padahal kita sama-sama tahu KPU adalah lembaga pemerintahan yang independen, adil, terbuka dan transparan. Jangan-jangan isu itu dihembuskan sebagai strategi kekalahan, kkalau kalah tinggal bilang, penyelenggara pemilu curang," ujar Gus Nabil sapaan akrabnya, Kamis (12/4).
Menurutnya, sebagai masyarakat yang anti terhadap hoax dan upaya melemahkan pemerintah, sudah saatnya berani ikut serta membangun bangsa ini dengan watak-watak yang sportif.
"Mari kita menjadi saksi di TPS masing-masing. Ikut serta mengawal dan melaporkan hasil pemilihan suara. Supaya kelak tidak ada keributan setelah penguman pemenang," jelas Gus Nabil.
Ditambahkannya, selain membantu KPU merekap data, platform
Kawal Pemilu adalah platform terbuka yang dapat diakses oleh siapapun.
"Jangan sampai ketidakpedulian kita menjadi bumerang untuk negara yang amat kita cintai ini," tutup Gus Nabil.
BERITA TERKAIT: