Berdasarkan survei Voxpol Center Research & Consulting elektabilitas kedua partai melejit. PDIP memiliki elektabilitas 24,1 persen dan Gerindra 19,3 persen. Sementara elektabilitas partai-partai di luar kedua partai tersebut berada di bawah 10 persen.
Direktur Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan bahwa penyerentakan pemilu legislatif dan pemilu presiden menciptakan bekerjanya struktur
coattail effect, yaitu potensi tergiringnya suara pemilih capres terkuat untuk memilih partai pengusung atau pendukungnya.
“PDIP dalam hal ini berpotensi kuat sebagai pemenang pemilu 2019 karena selain mempunyai asosiasi kuat terhadap figur presiden incumbent Jokowi,†katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (11/4).
Sementara posisi ketiga ditempati Golkar dengan 9,5 persen, disusul PKB (6,1 persen), Partai Demokrat (5,7 persen), Partai Nasdem (4,3 persen), dan PAN (4,1 persen).
“Tujuh partai ini memenuhi ambang batas parlemen 4 persen dipastikan berpotensi lolos ke Senayan,†sambungnya.
Sementara itu, PKS, PPP dan Hanura sebagai partai lama terancam gagal lolos. Namun, jika ditambah margin of error, maka peluang PKS dengan elektabilitas 3,9 persen, PPP (2,9 persen), dan Perindo (3,3 persen) masih terbuka.
Adapun elektabilitas partai lainnya adalah di bawah 2 persen. Seperti Hanura 1,1 persen, PBB 0,3 persen, PSI 0,2 persen, Berkarya 0,2 persen, PKPI 0,1 persen, dan Garuda 0,1 persen.
Survei digelar pada 18 Maret hingga 1 April 2019 dengan mengunakan metode
multistage random sampling. Survei melibatkan 1.600 reponden dari 34 provinsi. Toleransi kesalahan (margin of error) survei sebesar 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
BERITA TERKAIT: