Salah satu faktor yang dominan mempengaruhi lantaran politisi PPP Romahurmuziy alias Romi tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait jual beli jabatan.
"Faktor PPP turun dipengaruhi sedikit banyaknya oleh ketum PPP terkena OTT KPK," kata Direktur Riset Charta Politika Muslimin di Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (4/4).
PPP menempati urutan ke sembilan, jauh di bawah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Partai Kabah mengalami penurunan tingkat elektabilitas paling banyak ketimbang partai lain yang cenderung normatif kenaikan atau penurunan elektoralnya.
"PPP mendapatkan 2,4 persen tingkat elektabilitasnya setelah PKS dan PAN," kata Muslimin.
Dia menambahkan, faktor penangkapan Romi berdampak pada elektabilitas PPP karena saat survei digelar bertepatan dengan kasus tersebut|.
"Itu masa-masa Ketum PPP Romi kena OTT KPK, kebetulan pas survei dilakukan. Dan pemberitaan di media luar biasa akhirnya berdampak pada partai," imbuh Muslimin.
Survei Charta Politika sendiri dilaksanakan pada 19-25 Maret terhadap 2.000 responden dari 34 provinsi. Menggunakan metode multistage random sampling, hasil survei mendapati tingkat kesalahan 2,19 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: