Namun demikian, hal itu bisa dicapai jika Prabowo-Sandi bisa menggaet suara pemilih galau dan yang belum menentukan sikap.
"Masih besar kemungkinan paslon 02 berbalik unggul pada pemilu 17 April mendatang," tutur Direktur Eksekutif indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadin di kantor Indikator, Cikini, Jakarta, Rabu (3/4).
Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas pasangan capres dan cawapres Jokowi-Maruf tercatat sebesar 55,4 persen. Tapi hanya 46,6 persen pemilih Jokowi-Maruf yang tidak berpindah ukungan saat hari pencoblosan pilpres 2019.
Lain halnya dengan kubu sebelah, elektabilitas Prabowo-Sandi tercatat sebesar 37,4 persen. Angka 29,2 persen di antarannya menjadi pemilih stabil.
Sementara total angka pemilih galau sebesar 16,2 persen dan pemilih yang belum menentukan sikap sebesar 7,2 persen.
"Dari temuan itu menjadi penting untuk melihat lebih jauh kemungkinan arah dukungan kelompok
swing voters dan
undecided," tutupnya.
Diketahui bersama, jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1.220 responden dengan
margin of error sebesar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah
multistage random sampling yang ada dilakukan 22-29 Maret 2019.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden terhadap warga negara Indonesia yang sudah punya hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.
BERITA TERKAIT: