Dradjad Wibowo: Jin Di Hotel Borobudur Hanya Simbolis Kecurangan Pemilu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 29 Maret 2019, 00:58 WIB
Dradjad Wibowo: Jin Di Hotel Borobudur Hanya Simbolis Kecurangan Pemilu
Wakil Ketua Dewan Kerhormatan PAN, Dradjad Wibowo/RMOL
rmol news logo Wakil Ketua Dewan Kerhormatan PAN, Dradjad Wibowo menganggap pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais yang menyebut Hotel Borobudur banyak jin, genderuwo, dan hacker hanya sebatas simbolis.

Ia pun heran dengan orang-orang yang meminta klarifikasi tentang Hotel Borobudur.

"Lah KPU kok malah Hotel Borobudur-nya yang diklarifikasi. Hotel Borobudur ini lebih sebagai simbolis saja dari Pak Amien," tegasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/3).

Sebelumnya, dalam sebuah acara, Amien Rais mempermasalahkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang kerap kali menggunakan Hotel Borobudur sebagai tempat rekapitulasi final suara pemilu. Sebab di sana katanya banyak jin, dan genderuwo, bahkan hacker.

Dradjad kembali menegaskan jika pernyataan Amien hanyalah simbolis. Namun yang pasti, lanjut Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini, usulan Amien muncul berdasarkan pengalaman.

Khususnya setelah melihat berbagai keanehan dalam tabulasi hasil Pemilu 2014 lalu yang dilakukan di hotel yang sama.

"Tapi karena waktu itu kami belum mempunyai bank data yang memadai, kami belum bisa mengungkapkan secara teknis dan rinci di mana potensi kecurangannya," imbuh Dradjad.

Meski demikian, berbeda dengan Pemilu 2014 lalu, saat ini  BPN Prabowo-Sandi lebih siap dalam hal data pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) KPU.

Sekalipun 4 digit terakhir nomor induk kependudukan (NIK) masih dirahasiakan oleh KPU untuk menjaga privasi, lanjut Dradjad, ahli IT BPN, Agus Maksum Cs masih bisa menelusuri data lengkapnya, termasuk NIK 11 juta orang pemilih dari 17,5 juta pemilih yang mereka nilai tidak masuk akal.

17,5 juta data pemilih itu adalah yang memiliki tanggal kelahiran sama, bahkan banyak satu KK yang beranggotakan ratusan orang, atau satu NIK berisi beberapa orang.

"Baru 11 juta yang bisa diverifikasi saja masalahnya sudah banyak, apalagi dari seluruh DPT yang katanya 192 juta itu," tegasnya.

Hal itulah yang dimaksudkan oleh Amien Rais. Menurutnya, KPU jangan lagi menganggap tidak ada masalah yang berpotensi kecurangan atau merusak legitimasi pemilu.

"Jadi 'Hotel Borobudur' itu lebih sebagai simbolis terhadap masalah dan kecurangan yang dicurigai banyak terjadi dalam pemilu-pemilu yang lalu," urainya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA