Kepala Pusat Studi dan Kajian Migrasi-Migrant Care, Anis Hidayah meminta publik tanah air khususnya buruh migran proaktif memerangi hoax, politisasi SARA dan hate speech.
"Hoax dan hate speech punya dampak luar biasa baik di dalam maupun luar negeri. Bahaya hoax memicu konflik sosial dan permusuhan, ini harus diperangi bersama-sama," ujar Anis dalam keterangannya, Rabu (27/3).
Lebih lanjut, Anis menyarankan untuk melakukan cek dan ricek terlebih dulu terkait informasi soal kepemiluan maupun ketenagakerjaan. Banyak informasi yang diplentir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga validitasnya tidak benar.
"Makanya harus diverifikasi dulu dengan benar apakah itu soal berita pemilu atau pekerjaan," ucapnya.
Selain itu, Anis mencontohkan kasus berita bohong yang berpotensi menimbulkan konflik sara di ruang publik. Kata dia, dengan salah informasi seperti larangan azan dan mengecilkan suara azan.
"Kami menyayangkan jika informasi itu diterima setengah-tengah kemudian disebarkan sehingga muncul konflik," sebut dia.
"Harus tahu sumber informasinya darimana, gunakan smartphone kita untuk hal yang bermanfaat. Waspada dengan informasi yang beredar, jangan terpancing," tambah dia lagi.
Lebih jauh, Anis berpesan kepada semua generasi muda, pelajar, guru maupun buruh migran agar tidak sembarangan menyebarkan informasi.
"Ini memang harus diperangi, hati-hati untuk menyebarkan dan menyalahgunakan informasi," tutupnya.
BERITA TERKAIT: