"Menurut survei Polmark, PAN justru punya capaian signifikan untuk lolos Parliamentary Threshold (PT) dengan elektabilitas sebesar 5,9 persen," kata CEO PolMark Indonesia, Eep Saefullah Fatah dalam rilis hasil survei pada Forum Pikiran Akal dan Nalar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/3).
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan pakar filsafat Rocky Gerung.
Menurut Eep seperti dalam keterangan tertulis hari ini, survei ini bisa disebut paling komprehensif dengan responden sebanyak 32 ribu orang dengan rentang waktu yang cukup lama.
"Hasilnya PAN solid di posisi keenam dengan elektabilitas 5,9 persen," ungkapnya.
Eep menjelaskan survei yang dilakukan di 73 Dapil seluruh Indonesia dilaksanakan pada Oktober 2018 hingga Februari 2019.
"Sebaran 73 Dapil yang menjadi objek survei kami ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Maluku, dan Papua," kata Eep.
Berdasarkan survei tersebut, sembilan partai yang dinyatakan lolos parlemen adalah PDI Perjuangan (28,6 persen), Gerindra (14,1 persen), Golkar (13,5 persen), PKB (11,5 persen), dan Demokrat (6,9 persen).
Kemudian, PAN (5,9 persen), NasDem (5,6 persen), PKS (4,6 persen), dan terakhir PPP (4,5 persen).
Sementara partai yang tidak lolos PT antara lain Perindo (2 persen), PSI (0,6 persen), Berkarya (0,4 persen), dan Garuda (0,1 persen), Hanura (1,1 persen), PBB (0,5 persen) dan PKPI (0,2 persen).
Survei PolMark Indonesia digelar di 73 Dapil dari 80 Dapil seluruh Indonesia dengan jumlah responden 440 di 72 Dapil dengan margin of error plus-minus 4,8 persen dan 880 responden di 1 Dapil dengan margin of error plus-minus 3,4 persen.
Pengambilan sampel survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
BERITA TERKAIT: