PEMILU 2019

BPN Laporkan 17 Juta DPT Mencurigakan Ke KPU

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 11 Maret 2019, 14:19 WIB
BPN Laporkan 17 Juta DPT Mencurigakan Ke KPU
Hashim Djojohadikusumo/RMOL
rmol news logo . Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melaporkan belasan juta data mencurigakan pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019.

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, berdasarkan hasil analisis tim IT mereka, ditemukan ada banyak data mencurigakan yang berpotensi sebagai data ganda dan invalid.

"Menurut tim IT kami masih ada masalah sejumlah nama kurang lebih 17 juta 500 ribu nama ya itu minimal," kata Hashim di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/3).

Pantauan redaksi, adik kandung Capres 02 Prabowo Subianto ini datang bersama beberapa petinggi partai koalisi Indonesia Adil Makmur. Diantaranya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, dan Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman.

Hashim mengaku mereka diterima oleh Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Viryan Azis. Kepada mereka, Hashim mengaku kedua pimpinan KPU itu mempersilahkan BPN untuk melakukan verifikasi dan investigasi langsung ke lapangan.

"Ini yang kami sampaikan dan kami berbahagia dari KPU ada tanggapan cukup positif. Nanti kami akan diberikan waktu untuk mengadakan, bukan coklit tapi pengecekan lapangan bersama secara random kita akan cek beberapa hal," pungkasnya.

Data yang dimaksud yakni terdapat jutaan orang yang terlahir dalam tanggal yang sama. Misalkan orang yang lahir pada tanggal 1 Juli mencapai 9,8 juta jiwa, tanggal 31 Desember 3 juta lebih, dan tangga 1 Januari 2,3 juta lebih.

Keanehan lainnya yakni ada 300 ribu orang yang berumur di atas 90 tahun, dan 20.475 orang yang berumur di bawah 17 tahun namun masuk ke DPT. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA