Isu SARA Dan Politik Uang Cenderung Pengaruhi Pemilih Di Pemilu 2019

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Minggu, 03 Maret 2019, 13:12 WIB
Isu SARA Dan Politik Uang Cenderung Pengaruhi Pemilih Di Pemilu 2019
Foto: RMOL
rmol news logo Isu suku ras, agama dan golongan (SARA) serta politik uang masih menjadi ancaman paling menonjol mempengaruhi suara pemilih pada Pemilu serentak 2019.

Begitu dikatakan peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Eri Kurniawan dalam diskusi bertajuk "Menyelamatkan Suara Pemilih" di Media Center Bawaslu, Jakarta Pusat, Minggu (3/3).

"Penggunaan isu SARA, politik uang yang masih punya potensi tinggi prakteknya di 2019 itu juga jadi ancaman tersendiri untuk para pemilih," ujar Eri.

Pemilu yang ideal, kata Eri, ketika para pemilih dapat menentukan pilihannya dengan suara hati tanpa ada gangguan dari eksternal.

"Harusnya pemilih diberi kebebasan untuk menentukan hak pilih berdasarkan pendiriannya, berdasarkan penilaian," jelasnya.

Tetapi, lanjut dia, dengan banyaknya permainan isu SARA dibumbui ujaran kebencian maka yang hadir adalah fanatisme buta dalam menentukan pilihan politik.

"Akhirnya membenci salah satu pihak, salah satu calon atau membenci salah satu partai laku menjatuhkan pilihannya ke yang lain," imbuhnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA