Pesilat Pagar Nusa Bereaksi Di Hadapan Presiden Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 31 Januari 2019, 18:22 WIB
Pesilat Pagar Nusa Bereaksi Di Hadapan Presiden Jokowi
Pesilat Pagar Nusa/Net
rmol news logo . Seni bela diri pencak silat ditampilkan di hadapan Presiden Joko Widodo saat Pembukaan Konsolidasi Organisasi Jelang 1 Abad NU di JCC Jakarta, Kamis (31/1). Penampilan anak-anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama itu terlihat begitu lincah memeragakan kesenian itu.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa, M. Nabil Harun menyampaikan bahwa penampilan mereka sebagai bentuk promosi aset budaya bangsa.

"Pencak Silat adalah aset budaya bangsa harus terus dipromosikan pamerkan kepada seluruh khalayak," kata Nabil usai pembukaan.

Pelatihan terhadap anak-anak itu, menurutnya, bukan sebagai bentuk pengajaran gulat. Dia melihatnya sebagai budaya yang harus dilestarikan sehingga pelatihan kepada mereka sejak dini itu sebagai bentuk regenerasi.

"Itu budaya harus kita pertahankan. Warga kita harus dilatih," ujarnya.

Lebih lanjut, Nabil yang juga Ketua Panitia kegiatan tersebut juga mengungkapkan bahwa pencak silat tidak ofensif, menyerang, tetapi bersifat defensif dan bertahan.

"Pencak silat ini sifatnya defensif. Kami tidak pernah mengajari anggota kami untuk kemudian melakukan hal yang tidak perlu, berantem," tegasnya.

Sebab, lanjutnya, seorang pendekar tahu kapan harus menggunakan pukulan, tendangan, dan bantingan.

Para anggota Pagar Nusa selain dibekali dengan pelatihan fisik, mereka juga ditanamkan etika, akhlak yang baik. Karenanya, dia bisa pastikan bahwa anak-anak Pagar Nusa berlaku sopan terhadap orang yang lebih tua.

"Kami bisa pastikan bahwa anggota Pagar Nusa adalah anak-anak yang sopan pada orang tuanya, yang lebih tua," ucap Nabil.

Selain menampilkan anggota anak-anak, PP Pagar Nusa juga menampilkan Pasukan Inti (Pasti). Mereka membuka tiga buah kelapa dengan giginya. Dari dalam kelapa itu, mereka mengeluarkan tiga bendera, yakni Merah Putih, Nahdlatul Ulama, dan satu kain bergambar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengapresiasi penampilan mereka. Ia membayangkan yang mudanya aja bisa sakti seperti itu, apalagi yang sepuhnya.

"Itu yang muda-muda saktinya itu. Apalagi yang sepuh-sepuh, pasti jauh lebih sakti daripada itu," katanya saat sambutan dalam acara itu. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA