"Memang ada beberapa proyek infrastruktur yang tidak tepat sasaran dan belum dibutuhkan saat ini," ujar Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/1).
Eddy mencontohkan, pembangunan lintas rel terpadu (LRT) Palembang, Sumatera Selatan yang memakan biaya hingga belasan triliun rupiah.
"Dengan biaya investasi Rp 11 triliun untuk penduduk yang hanya berjumlah 1,7 juta jiwa, apakah sepadan?" kritiknya.
Padahal, menurut dia, masih ada pilihan lain yang bisa dijadikan prioritas dan lebih menghemat anggaran.
"Saya kira para pembantu Presiden perlu melakukan skala prioritas yang bijak, berbasis kebutuhan dan kemampuan kantong pemerintah," tukasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: