Salah satu agenda yang disiapkan adalah Islamic Wedding Expo yang menghadirkan forum taaruf bagi masyarakat yang telah siap menikah namun belum menemukan pasangan hidup.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan yang positif bagi calon pasangan yang serius membangun rumah tangga.
"Kami ingin mengajak yang memang sudah sangat serius ingin membina rumah tangga tetapi mungkin belum ketemu dengan jodohnya. Barangkali di forum itu nanti ada kegiatan-kegiatan atau game-game yang menarik sehingga salah satu ikhtiar itu bisa mempertemukan dua orang yang berbeda lawan jenis," ujarnya di di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.
Selain forum taaruf, Kemenag juga akan menggelar nikah massal pada bulan Muharram. Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meluruskan anggapan sebagian masyarakat yang masih menganggap Muharram sebagai bulan yang kurang baik untuk menikah.
Menurut Abu, tidak ada larangan dalam ajaran Islam untuk melangsungkan pernikahan pada bulan Muharram.
"Kami mengimbau agar Muharram itu jangan dijadikan sebagai bulan yang menurut kepercayaan sebagian orang tabu untuk menikah. Yang penting menikah itu harinya semua hari baik," tegasnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda yang telah siap secara mental, fisik, dan finansial agar tidak menunda pernikahan. Menurutnya, pernikahan membawa banyak manfaat, baik dari sisi psikologis maupun spiritual.
"Jangan menunda untuk melakukan pernikahan. Karena pernikahan itu menurut ajaran agama kita mengandung banyak sekali keberkahan," kata Abu.
Melalui program ini, Kemenag berharap dapat mendorong terbentuknya keluarga-keluarga yang harmonis sekaligus menghapus stigma keliru terkait pernikahan di bulan Muharram.
BERITA TERKAIT: